pt madina

Sejarah Kubah Masjid

sejarah kubah masjid

Sejarah Kubah Masjid, Asal Usul dan Perkembangannya

Masjid merupakan sebuah tempat suci yang digunakan oleh seluruh umat islam di dunia untuk melakukan ibadah. Ibadah yang dilakukan oleh umat islam di dalam masjid salah satunya contohnya yaitu menjalankan ibadah sholat. Umat muslim menjalankan sholat lima waktu dan sholat jum’at di dalam masjid.

Apabila kita melihat masjid, maka tentu tidak terlepas dari salah satu ciri khas yang dimiliki oleh masjid itu sendiri. Ciri khas tersebut adalah adanya kubah yang terletak di atas bangunan masjid, dengan orname serta corak dan warna yang memperindah masjid itu sendiri. 

Secara umum kita tahu bahwa kubah masjid tidak mempunyai perbedaan bentuk secara signifikan dari wilayah atau negara di dunia. Dengan ukuran setengah lingkaran serta mempunyai ujung menara di atasnya, hal ini sudah menjadi ciri khas dari kubah masjid.

Melihat begitu banyaknya warna dan corak kubah masjid yang tersebar di hampir seluruh dunia. Melihat pada dasarnya bahwa sejarah adanya bentuk kubah bukan berasal dari masyarakat atau arsitek islam. Itu sebabnya ajaran islam tidak mengajarkan secara detail tentang bentuk atau corak kubah masjid itu sendiri.

Kubah Masjid Berasal dari Bangsa Romawi? 

Sejarah kubah masjid pertama kalinya dibangun oleh bangsa romawi di perkiraan tahun 100 masehi. Sebelumnya dalam pembentukan ruang – ruangan yang dipelukan sebagai tiang penyangga di setiap rumah mereka. Kemudian bangsa romawi sendiri mendapatkan atau menemukan sebuah konsep dan ide dalam proses pembangungan sebuah kubah yang epik. Pada saat itu kubah diperuntukan atau difungsikan didalam kuil agung mereka.

Sebagai salah satu contohnya yaitu sebuah kubah yang berada di daerah Istanbul, Turki, dan Hagia Irene yang terletak tidak jauh dari daerah tersebut. Keduanya merupakan sebuah gereja yang menggunakan kubah dengan berasitektur Byzantium.  Sementara itu bangunan awalnya yang terletak di derah Pantheon, Roma, Italia ini menggunaka atap kubah beton. Pada saat itu bangunan ini juga mempunyai peranan sebagai kuil pemujaan Dewa Romawi yang di buat pada tahun 21 Masehi dan konstruksinya kubah pun berkembang hingga era Kekaisaran Byzantium di abad ke-4. 

Kekaisaran ini juga di kenal dengan nama atau istilah Eastern Roman Empire, ini merupakan penerus kekaisaran romawi. Dia adalah penerus kekaisaran Romawi dengan berbahasa Yunani serta menganut agama Kristen ortodok. Di dalam hal ini terdapat dibawah seorang pimpinanan Justinan The Great, dengan berada di wilayah Byzantium yang menyebar sampai di daerah Turki. Istambul yang pada saat itu mempunyai nama Konstantinopel sebagai ibu kota negaranya. 

Dari konstruksi kubah tersebut kemudian di bawa oleh bangsa Romawi yang kemudian di kebangkan secara langsung oleh para arsitek di zaman Byzantium. Teknik pandetive merupakan salah satu teknik yang berhasil di buat yaitu teknik dengan cara menggabungkan beberapa kubah sehingga mendapatkan hasil dengan ruangan yang luas. 

Kemudian melihat perkembangan penggunaan teknik yang meluas, maka teknik ini diaplikasikan di tahun 532, di dalam sebuah gereja yang cukup megah dan termasyur yang di kenal dengan nama Hagia Sofia. Hal tersebut di barengi dengan beberapa gereja lainya yang turut di bangun di tahun tersebut seperti Gereja Hagia Irene yang terletak di daerah Istambul serta Gereja St. Mark Basilica di Venesia di negara Italia.

Dari beberapa negara tersebut, akhirnya kubah sampai di negara Arab. Perkembangan kubah terus di lakukan hingga hamper ke seluruh pelosok dunia. Hal ini sampai kepada negara Arab yang pada tahun 1453, Konstantinopel jatuh jatuh ke tangan Kesultanan Islam Ottoman, yang dalam hal ini di pimpin oleh Sultan Mehmed II, sehingga pada zaman ini banya mayoritas gedung yang di bangun dengan menerapkan sistem atau mengadopsi dengan teknik pendentive. 

Salah satu sorang arsitek yang terkenal dengan mengaplikasikan teknik ini yaitu Manar Sinan. Beliau adalah seorang arsitek yang menjadi kebangaan dan favorit sultan yang telah membangun banyak masijid. Masjid yang telah di bangun yaitu diantaranya Masjid Suleymania di tahun 19550, masjid yang merupakan inspirasi dari sebuah pembuatan Blue Mosque, (Sultan Ahmet Mosque). 

Dalam perkembangan arsitektur islam itu sendiri banyak di pengaruhi dari penakhlukan Islam atas kota – kota di bawah kekaisaran Byzantium yang dalam hal ini termasuk Syiria dan Andalusia (Spanyol). Seperti halnya bentuk bangunan masjid yang berada di wilayah kesultanan ottoman yang pada akhirnya banyak bangunan yang mengaplikasikan secara langsung menggunakan kubah. 

Konsep bangunan tersebut bukan hanya berkembang pada daerah atau negara Arab saja, melainkan sudah menyebar sampai ke negara Eropa. Konon pada asal muasalnya bahwa kubah itu sendiri berasal dari sebuah akar dari era Rennaisance yang berkembang pusat di Eropa pada abad ke 15 hingga abad ke 17 yang dikenal dengan Byzantium. Itulah mengapa banyak bangunan yang berkubah di negara Eropa, antara lain St. Peter Bassillica di Vatikan. 

Kunjungi artikel lainnya:

Sejarah masjid pusdai bandung

Fungsi kubah dan jenis kubah masjid

Perkembangan Kubah Masjid

perkembangan kubah masjidKemudian perubahan dan perkembangan sejarah kubah masjid, bentuk masjid terkadang di sesuikan dengan adat dan kebudayaan masyarat. Seperti yang kita tahu bahwa kata kubah itu sendiri berasal dari bahasa latin, domus yang berarti rumah. Sedangkan nama kubah yang di gunakan di negara Indonesia menyebut bangunan setengah lingkaran tersebut berasal dari Bahasa suriah, yaitu qubba yang dulunya di populerkan di negara Arab. 

Melihat perkembangan masjid, qubba pertama kali dalam sejarah islam di bangun di Yerussalem, Palestina dengan tahun diantaranya 685 Masehi hingga 691 Masehi oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Ummaiyah. Pembangunan masjid yang di lakukan di kenal dengan sebutan Masjid Qubbat as-Sakhrah (Masjid Kubah Batu) atau istilah lainya adalah Dome of the Rock. Hal ini terjadi ketika  Yerussalem jauh kepada kekuasaan islam pada era Khalifah Umar Bin Khattab.

Letak masjid ini berada di tengah – tengah kompleks al- Haram asy-Syarif, Masjid Al-Aqsa yang bertepatan di pusat Kota Yerussalem yang di bangun setengah tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kemudian dibeberapa tahun kemudian di bawah kepemimpinan Al-Wahid bin Abdul Malik, Masjid Nabawi yang dibangun langsun oleh Nabi Muhammad SAW pada 622 Masehi ( 1 Hijjriyah ) silam. Kemudian dibangun dan didirikan kembali dengan bentuk yang lebih megah. 

Di dalam proyek renovasi Masjid Nabawi yang di mulai pada 88 Hijiriyah hingga 91 Hijiriyah dan sebagai pemimpinya dengan jabatan Gubernur Madina pada saait itu yaitu Umar bin Abdul. Banyak perubahan yang dialami oleh Masjid Nabawi setelah dilakukan perombakan atau perubahan, seperti adanya penambahan empat Menara pada setiap sisi masjid, mihrab yang bagus dan di bhias sedemikian rupa, dinding masjid yang dilapisi dengan marmer, emas dan mozaik marmer, Berwarna – warni. Perubahan yang dibuat juga terlihat jelas dengan adanya kubah yang dipasang di hamper setiap masjid. 

Itulah sejarah kubah masjid beserta perkembangannya. Sampai saat ini telah banyak inovasi yang terjadi pada kubah masjid mulai dari bentuk dan bahan pembuatannya. Kubah terus berkembang seiring zaman dan akan terus berkembang.

Share:

Related Posts