pt madina

Sejarah Masjid Agung Banten dan 6 Fakta Uniknya

sejarah masjid agung banten

Di provinsi Banten sangat mudah ditemui berbagai objek wisata yang menarik dan unik. Ragam wisata yang bisa dilaksanakan di Banten adalah wisata alam, wisata kuliner hingga wisata kebudayaan setempat. Di Banten, pengunjung juga bisa merasakan wisata religi yang populer yaitu mengunjungi Masjid Agung Banten. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan anda informasi mengenai Sejarah Masjid Agung Banten yang sudah menjadi kebanggaan masyarakat banten.

Berdirinya Masjid Agung Banten erat kaitannya dengan sejarah kesultanan Banten. Masjid Agung Banten dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin tepatnya pada 1552 sampai 1570 Masehi. Masjid Agung Banten ini dirancang oleh arsitek Tionghoa dan Belanda. Masjid Agung Banten masih nampak berdiri kokoh dan terawat dengan baik walaupun usianya sudah lebih dari 4 abad loh. Selain itu masih ada sejarah serta sejumlah fakta menarik tentang Masjid Agung Banten. Let’s check this out!

tampak depan masjid agung banten

Sejarah Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten termasuk masjid tertua di Indonesia yang kental akan nilai sejarah khususnya dalam perkembangan persebaran agama Islam di provinsi Banten. Dapat dikatakan bahwa Masjid Agung Banten menjadi pusat penyebaran agama Islam di Banten. Masjid Agung Banten dibangun pada masa raja pertama dari kesultanan Banten yaitu era pemerintahan Sultan Hasanuddin, yang mana ia merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Tata luas bangunan Masjid Agung Banten adalah 1,3 hektar, sedangkan luas komplek yang dikelilingi oleh tembok setinggi 1 m memiliki luas hingga 2 hektar. Terdapat keunikan tersendiri pada Masjid Agung Banten yang terlihat berbeda dari masjid lainnya yang terletak pada menara masjid

Hal itu dikarenakan bangunan menara Masjid Agung Banten menyerupai bangunan mercusuar. Pengunjung yang datang diperbolehkan naik ke puncak menara dengan cara menaiki sebanyak 83 anak tangga dengan orang sempit. Menara Masjid Agung Banten hanya bisa dilewati oleh 1 orang. Menara unik ini posisinya berada di sebelah timur masjid.

Arsitektur yang terlihat pada bangunan Masjid Agung Banten terdiri dari perpaduan beberapa sentuhan budaya seperti Jawa, Tiongkok, Hindu dan Eropa. Terdapat salah satu lagi yang menjadi keunikan dari Masjid Agung Banten ini yang itu pada atap utama yang bentuknya bertepuk 5 seperti pagoda Tiongkok. Sebagai pelengkap di sisi Utara dan Selatan bangunan utama Masjid Agung Banten yaitu dibangunnya 2 buah serambi.

tampak masjid agung banten

Fakta-Fakta Unik Masjid Agung Banten

Melihat sejarahnya yang menarik, Masjid Agung Banten yang berada di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, kota Serang, provinsi Banten ini ternyata menyimpan berbagai fakta unik dibalik kisah yang menarik. Berikut ulasannya.

  1. Dijadikan sebagai tempat wisata religi

Selain difungsikan sebagai tempat beribadah, Masjid Agung Banten juga populer sebagai tempat wisata religi. Tak sedikit para peziarah ya memang berniat mau mendatangi tempat ini untuk mendoakan para raja-raja Banten dan anggota keluarganya. Masjid Agung Banten menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Banten, hal ini dibuktikan bukan hanya bisa tawakal saja yang kerap datang, banyak juga wisatawan dari mancanegara yang mengunjungi Masjid Agung Banten ini untuk menyaksikan keunikan arsitektur kuno dan mempelajari bukti-bukti sejarah kesultanan Banten.

  1. Tata ruang bangunan Masjid Agung Banten

Di bagian utara dan selatan Masjid Agung Banten, terdapat dua buah gapura pada tembok yang posisinya sejajar. Bangunan Masjid Agung Banten yang menghadap ke Timur ditopang dengan pondasi masif yang tingginya 1 m dari halaman.

Sedangkan ruang utama Masjid Agung Banten berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 25 x 19 m. Sedangkan lantai yang berwarna hijau muda terbuat dari ubin yang berukuran 30 x 30 cm yang dibatasi oleh dinding pada 4 sisinya.

Setelah itu di dinding timur terdapat ruang utama yang memisahkan dengan serambi Timur. Ada empat pintu utama pada dinding ini yang dilengkapi dengan lubang angin. Pintu berada pada dinding bidang segi empat yang berukuran 174 x 98 cm dengan dua daun pintu yang terbuat dari kayu.

Terdapat 2 buah lubang angin atau ventilasi udara pada dinding Timur yang berada di atas pintu berbentuk lengkungan setengah lingkaran yang mengapit pintu. Di bagian paling Selatan terdapat pintu yang bentuknya persegi panjang yang mana terdapat motif kertas hias tempel. Di sisi lain dinding barat dihiasi dengan pelipis rata, setengah lingkaran, penyangga dan pelipit cekung.

baca artikel sejarah lainnya:

Sejarah masjid istiqlal Jakarta

Sejarah masjid quba

Terdapat pintu masuk yang terbuat dari kayu berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 240 x 125 cm yang berada di dinding sisi Utara dimana pintu tersebut membatasi ruang utama dengan serambi utama. Jendela bangunan masjid agung Banten terdapat pada dinding utara sebanyak 2 buah dan 2 buah jendela lainnya berbentuk segi empat dengan ukuran 180 x 152 cm. Di sisi yang lainnya dinding Selatan hanya memiliki satu pintu yang menghubungkan bangunan pawestren dengan ruang utama yang berada di dekat sudut barat yang dinding.

  1. Bisa menampung hingga ribuan jamaah

Luas tanah Masjid Agung Banten adalah 20 ribu meter persegi dengan luas bangunan yang mencapai 1.368 meter persegi yang dibatasi dengan tembok yang memiliki ketinggian hingga 1 meter. Dengan luas masjid tersebut maka Masjid Agung Banten mempunyai daya tampung yang cukup besar. Masjid Agung Banten bahkan bisa menampung hingga 2 ribu jamaah.

  1. Menara masjid yang menyerupai mercusuar

Terdapat bangunan lain pada jarak 10 m dari depan Masjid Agung Banten yaitu menara yang menyerupai mercusuar dengan tinggi 23 meter. Menara tersebut dibangun pada abad ke-18 masehi di mana terdapat 83 anak tangga agar bisa mencapai puncak menara. Di dalam menara tersebut dapat ditemukan 4 pintu yang semuanya memiliki ukuran yang sama dengan pintu masuk di menara. Bangunan menara dari Masjid Agung Banten ini dibagi menjadi tiga bangunan yaitu kepala, tubuh dan kaki.

  1. Terdapat makam beberapa tokoh

Di bagian kanan dan kiri atap terdapat masing-masing serambi. Tetapi sepertinya serambi tersebut dibangun pada beberapa waktu kemudian setelah masjid dibangun Di dalam serambi kiri terdapat makam makam dari beberapa Sultan Banten dan keluarganya di bagian Utara Masjid Agung Banten. Tokoh-tokoh yang dimakamkan di sini adalah Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Abdul Nasser Abdul Kahar dan Sultan Ageng Tirtayasa. 

Sedangkan di bagian Selatan di dalam serambi kanan terdapat juga makam makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainal Abidin dan lain-lain. Di bagian tangga Masjid Agung Banten mempunyai model seperti Goa, di mana menurut sejarahnya pembangunannya dilakukan atas bantuan dari arsitektur Tionghoa asal Mongolia bernama Cek Ban Cut.

  1. Bangunan tambahan bernama Tiyamah

Di sebelah selatan Masjid Agung Banten terdapat bangunan bernama Tiyamah. Bangunan tersebut mempunyai gaya arsitektur Belanda kuno yang dibangun oleh Hendrik Lucas Cardeel yaitu seorang arsitek asal Belanda. Hendrick masuk Islam dan diberi gelar sebagai Pangeran Wiraguna oleh Sultan Banten.

Demikianlah sejarah dan sejumlah fakta unik dari Masjid Agung Banten. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lainnya:

Sejarah kubah masjid

Harga kubah masjid grc

Share:

Related Posts