pt madina

Sejarah Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta

sejarah masjid agung baing yusuf purwakarta

Ternyata kota Purwakarta tidak hanya dikenal dengan keberagaman wisata kulinernya saja melainkan juga terdapat berbagai destinasi wisata yang bisa didatangi ketika memasuki masa liburan, salah satunya adalah Masjid Agung Purwakarta sebagai salah satu wisata religi. Yups benar sekali, masjid Agung Purwakarta ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang bisa didatangi sembari melakukan ibadah.

Letak Masjid Agung Purwakarta yaitu di Kelurahan Cipaisan, Kelurahan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Pengunjung yang ingin datang ke Masjid Agung Purwakarta ini bisa melalui gerbang keluar tol Jatiluhur sebagai akses terdekat menuju Masjid Agung Purwakarta dimana para pendatang luar kota bisa langsung menuju ke Jalan Basuki Rahmat untuk seterusnya berhenti di jalan Mr. Dr. Kusumahatmaja 1.

Terdapat fakta unik dari Masjid Agung Purwakarta ini yaitu terdapat salah satu makam dari seorang tokoh penyebar agama Islam yang bernama Syekh Baing Yusuf. Letak makam Syekh Baing Yusuf berada di bagian belakang masjid. Inilah mengapa Masjid Agung Purwakarta awalnya diberi nama Masjid Baing Yusuf. Penasaran dengan sejarah Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta ini? Simak ulasan berikut ini.

tampak depan masjid agung baing yusuf

Sejarah Masjid Agung Purwakarta

Situs wisata religi Masjid Agung Purwakarta ini berada di tengah kota Purwakarta. Masjid yang awalnya bernama Masjid Agung Baing Yusuf ini didirikan oleh seorang tokoh pendakwah agama Islam yaitu yang memiliki nama asli Raden Haji Muhammad Yusuf bin Raden Jayanegara atau yang lebih dikenal dengan Syekh Baing Yusuf pada masa kepemimpinan Bupati dalam sholawat yaitu pada tahun 1826 Masehi. Ia merupakan seorang tokoh pendakwah agama Islam di Purwakarta yang mempunyai seorang murid bernama Syekh Nawawi Al Bantani.

Proses Perubahan Nama Masjid

Masjid Agung Baing Yusuf berubah nama menjadi Masjid Agung Purwakarta sejak tahun 2008 tepatnya pada saat Dedi Mulyadi memimpin Purwakarta. Masjid ini berganti nama setelah mengalami perubahan dan renovasi di berbagai sudut. Penggantian nama Masjid tersebut merupakan refleksi dari Dedi Mulyadi berkat ilmu dari Syekh Baing Yusuf. Dulunya Masjid Agung Purwakarta yang berada di Jalan Gandanegara itu belum mempunyai karakter khas. Namun sesudah melakukan konsultasi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama Islam, barulah Dedi Mulyadi memasukkan unsur kultural dalam desain arsitektur Masjid Agung Purwakarta.

Bisa dikatakan bahwa Masjid Agung Purwakarta menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam yang terjadi di wilayah Purwakarta. Pada saat itu Syekh Baing Yusuf sedang menyebarkan agama Islam di Purwakarta yang masih bernama Karawang. Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta ini sudah mengalami beberapa kali dalam renovasi dalam sejarah perkembangannya. Walaupun demikian, Masjid Agung Purwakarta hingga sampai saat ini masih mempertahankan empat tiang di dalam dan dua menara di luar masjid.

tampak dalam masjid agung baing yusuf

Terjadi Beberapa Renovasi Masjid

Pada tahun 1926 lah Masjid Agung Purwakarta pertama kali mengalami renovasi yang dipelopori oleh R. Ibrahim Singadilaga. Renovasi dilakukan pada saat itu yaitu Masjid Agung Purwakarta mengalami perbaikan dengan menambah bak air dan tempat mandi marebot. Setelah itu Masjid Agung Purwakarta mengalami renovasi kedua kalinya pada tahun 1955 di mana masjid ini melakukan perubahan dengan penambahan bangunan kantor penghulu yang berada di samping kiri masjid. R. Endis, K.R. dan K.H. Moh. Aop lah yang memprakarsai penambahan bangunan tersebut.

Setelah itu renovasi yang ketiga kali terjadi pada tahun 1967 di mana bangunan Masjid Agung Purwakarta diperluas dengan menambah sayap kanan dan kiri masjid beserta tempat wudhu yang dipelopori oleh R.H.A Sanusi. Setelah itu renovasi dilakukan kembali pada tahun 1979 gimana masih mengalami renovasi namun tidak mengubah bentuk asli artistiknya. Renovasi yang terjadi pada saat itu dipelopori oleh ibu Hj. Rd. Mami Satibi Darwis.

Namun pada tahun 1993, bentuk asli dan artistik dari Masjid Agung Syekh Baing Yusuf masjid Agung Purwakarta ini mengalami perubahan secara signifikan karena masjid inovasi kembali atas prakarsa Bupati Purwakarta yaitu Drs. H. Bunyamin Budih. Renovasi terakhir kali yang terjadi pada masjid agung Purwakarta yaitu pada tahun 2019 hingga 2012 di mana renovasi dilakukan terhadap bagian depan, kiri dan kanan masjid atas kepemimpinan Bupati. H. Dedi Mulyadi, SH.

Baca juga: Fungsi Kubah Masjid

Fakta Unik Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta

Ada kisah menarik lainnya tentang Masjid Agung Purwakarta ini yaitu pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Diceritakan bahwa pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, Masjid Agung Purwakarta yang masih bernama Masjid Agung Syekh Baing Yusuf ini menjadi satu-satunya bangunan fasilitas kota yang tidak pernah mendapat gangguan dari kaum penjajah. Alasannya yaitu karena adanya kerisauan dari kaum penjajah akan timbulnya gerakan Islam yang kuat untuk menentang penjajah jika mereka memaksa untuk mengganggu atau merusak bagian masjid tersebut.

makam syekh baing yusuf

Masjid Sekaligus Ikon Wisata Religi

Saat ini Masjid Agung Purwakarta menjadi salah satu ikon wisata religi di Purwakarta. Sebab bukan hanya makam Syekh Baing Yusuf saja yang berada di belakang Masjid Agung Purwakarta melainkan juga terdapat makam makam dari keluarga Syekh Baing Yusuf sendiri beserta makam bupati Karawang yang bernama R.TA Gandanegara. Oleh sebab itu Masjid Agung Purwakarta kerap didatangi oleh peziarah yang berasal dari daerah Purwakarta dan sekitarnya.

Pengunjung yang datang ke Masjid Agung Purwakarta bukan hanya bisa melakukan sejarah saja, tetapi mereka juga bisa menikmati sejuk dan indah nya alun-alun kota Purwakarta yang saat ini populer dengan nama Taman Pasanggrahan Padjajaran. Terdapat juga Taman Maya Datar di dekat Masjid Agung Purwakarta yang letaknya persis di samping Taman Pasanggrahan Padjajaran.

Di sini para pengunjung bisa santai sembari menikmati pemandangan taman yang berada di samping masjid tersebut. Pengunjung bisa menjumpai beberapa tempat penjualan oleh-oleh makanan khas Purwakarta. Jadi para peziarah maupun wisatawan yang datang bisa membeli oleh-oleh makanan khas Purwakarta seperti Simping Kaum untuk dibawa pulang. Apa lagi di tempat ini terdapat rumah makan sate maranggi yang sangat populer yang posisinya masih berada di sekitar area Masjid Agung Purwakarta.

Baca juga: Fungsi Menara Masjid

Bukan hanya sejarah unik mengenai bangunan Masjid Agung Purwakarta yang menarik, di sini juga pengunjung bisa menjumpai peninggalan dari Syekh Baing Yusuf lainnya seperti peninggalan yang sangat berharga yaitu tasawuf berbahasa Sunda dan kitab fiqih yang ditulis langsung oleh Syekh Baing Yusuf. Pengunjung juga bisa melihat pedang panjang yang berdasarkan kisah nyata dahulu dipakai sebagai pegangan ketika diadakan khutbah Jum’at pada masa tersebut.

Demikianlah sejarah Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta yang sungguh menarik baik itu berdasarkan kisah atau asal usul Masjid Agung Purwakarta yang dulunya bernama Masjid Agung Syekh Baing Yusuf ini. Apabila kamu katane mendatangi salah satu wisata religi di Purwakarta ini maka kalian bisa dengan mudah menemukannya, sebab lokasi Masjid Agung Purwakarta ini berada di pusat kota Purwakarta itu berarti berada di alun-alun Purwakarta dengan demikian para pengunjung akan sangat mudah menjumpai tempat ini.

Baca juga: Kontraktor Kubah Masjid Purwakarta

Share:

Related Posts