Sejarah Masjid Agung Cirebon dan 4 Fakta Uniknya

sejarah masjid agung cirebon sang cipta rasa

Masjid Agung Cirebon atau yang disebut dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi salah satu bangunan peninggalan kerajaan Cirebon terdahulu. Selain itu masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Sunan Gunung Jati. Dari namanya yang unik dan beragam tentunya membuat orang bertanya-tanya bagaimana sejarah pembangunan masjid ini sehingga memiliki tiga sebutan nama. Pada kesempatan ini kami akan memberikan anda informasi mengenai sejarah masjid agung cirebon yang selama ini menjadi kebanggan manyarakat cirebon dan sekitarnya.

Masjid Agung Cirebon berada di kompleks Keraton Kesepuhan Cirebon, Masjid Agung Cirebon ini diklaim sebagai masjid tertua di Cirebon. Konon katanya Masjid Agung Cirebon ini termasuk masjid yang dibangun oleh Wali Songo secara bergotong-royong. Penasaran Sejarah Masjid Agung Cirebon ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Sejarah Masjid Agung Cirebon

Masjid Agung Cirebon dibangun pada abad ke 15 tepatnya pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati yaitu pada tahun 1498 Masehi. Mengapa Masjid Agung Cirebon dikatakan sebagai masjid tertua di Cirebon. MasjidAgung Cirebon  ini dibangun atas perintah Sunan Gunung Jati yang dibantu oleh Wali Songo. 

Bukan hanya itu saja, Masjid Agung Cirebon ternyata dibangun oleh sejumlah tenaga ahli seperti Raden Patah dari Demak. Pembangunan Masjid Agung Cirebon ini juga juga erat kaitannya dengan keterlibatan anggota Wali Songo. Berdasarkan sejarahnya pembangunan masjid agung Cirebon ini dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan menggunakan arsitek dari kerajaan Majapahit yang bernama Raden Sepat.

Masjid Agung Cirebon juga memiliki saka guru atau tiang utama seperti yang ada di Masjid Agung Demak. Saka guru yang ada di Masjid Agung Cirebon ini terbuat dari tatal yaitu pecahan-pecahan kayu berukuran kecil yang disatukan.

Saka guru yang ada di Masjid Agung Cirebon ini dibangun oleh Sunan Kalijaga dan dijadikan sebagai lambang satuan atau kegotongroyongan. Desas-desus yang beredar secara turun temurun kepada masyarakat Cirebon mengisahkan bahwa pembangunan Masjid Agung Cirebon ini hanya dibangun dalam kurun waktu satu malam yaitu pada dini hari dan sudah bisa digunakan untuk salat subuh keesokan harinya.

Masjid Agung Cirebon ini juga dinamai Masjid Sang Cipta Rasa, alasannya yaitu masjid ini menjadi pengejawantahan dari rasa dan kepercayaan. Bahkan penduduk Cirebon pada zaman dahulu menamai masjidnya sebagai Masjid Pakungwati. Hal ini disebabkan karena masjid ini berada di kompleks Keraton Pakungwati. Saat ini Masjid Agung Cirebon berada di depan Keraton Kesepuhan.

tampak depan masjid agung cirebon

 

Fakta Unik Masjid Agung Cirebon

Masjid Agung Cirebon memiliki banyak keistimewaan dibalik pembangunannya. Apalagi Masjid Agung Cirebon ini sangat erat kaitanya sebagai pusat penyebaran agama Islam di Cirebon. Masjid Agung Cirebon atau yang disebut dengan Masjid Agung Cipta Rasa sampai saat ini masih difungsikan sebagai tempat ibadah dan memiliki beberapa fakta menarik di dalamnya. Berikut fakta-fakta unik dan menarik Masjid Agung Cirebon.

  1. Gaya arsitektur Masjid Agung Cirebon

Gaya arsitektur yang digunakan oleh Masjid Agung Cirebon adalah perpaduan gaya Jawa dan Hindu Majapahit. Keunikan dari arsitektur masjid ini dapat diperhatikan dari gapura yang berada di bagian halaman masjid dan serambi. Atap Masjid Agung Cirebon juga menyerupai rumah joglo yaitu rumah adat masyarakat Jawa. 

Arsitektur bangunan Masjid Agung Cirebon ini adalah perpaduan dari beragam unsur budaya dan sejarah. Struktur, bentuk dan ragam hias masjid agung Cirebon juga ditujukan untuk mempertahankan tata nilai dalam sepanjang perjalanan sejarahnya.

baca artikel sejarah lainnya:

Sejarah masjid istiqlal Jakarta

Sejarah masjid raya baiturrahman Aceh

Masjid Agung Cirebon memiliki sembilan pintu sebagai jalan masuknya, di mana 8 pintu berada di sisi kanan dan kiri serta satu pintu utama. Ukuran pintu utama Masjid Agung Cirebon adalah 240 cm. Pintu utama Masjid Agung Cirebon hanya akan dibuka ketika salat Jumat dan hari besar Islam lainnya seperti salat Idul Fitri, Idul Adha dan maulid nabi.

Sedangkan 8 pintu lainnya yang berada di bagian samping masjid dibuat dengan ukuran yang lebih rendah yaitu 160 cm. 8 pintu ini menimbulkan bentuk penghormatan dan merendahkan diri ketika memasuki Masjid Agung Cirebon. Ini juga berfungsi untuk menyampaikan bahwa kedudukan manusia sama dimata tuhan.

Makna bangunan Masjid Agung Cirebon atau Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini melambangkan keagungan yang sengaja dibangun agar dipakai oleh umat Islam untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini tergambarkan dalam 3 kata yang mewakili nama masjid, yaitu Sang yang bermakna keagungan, Cipta yang bermakna dibangun dan Rasa yang bermakna digunakan.

tampak dalam masjid agung cirebon

 

  1. Terdapat sumur yang disebut ‘sumur zamzam nya Cirebon’

Sumur merupakan salah satu bagian yang paling sakral di dalam bangunan masjid yang menjadi tempat berwudhu atau bersuci. Sumur di Masjid Agung Cirebon ini berada di beranda bagian utara masjid. Sumur yang disebut-sebut sebagai ‘sumur zamzam nya Cirebon’ ini diberi nama Banyu Cis Sang Cipta Rasa.

Sumur ini memang bentuknya tidak seperti semua orang melainkan seperti dua buah kolam yang tiap-tiap nya berbentuk bulat. Dahulu 2 kolam tersebut adalah tempat berudu bagi para Wali Songo. Disebut sebagai ‘air zamzam nya Cirebon’ karena air yang ada di sumur di Masjid Agung Cirebon ini murninya sama seperti air zam-zam dari Arab Saudi. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa air dari sumur Masjid Agung Cirebon ini berhasiat untuk mengobati berbagai penyakit dan dapat memelihara kesehatan.

  1. Terdapat empat salat khusus bagi keluarga kerajaan

Setidaknya terdapat dua tempat salat khusus bagi keluarga kerajaan di Masjid Agung Cirebon ini. Tempat salat tersebut dinamakan ‘Maksurah’. Bentuk dari Maksurah ini adalah area yang dikelilingi oleh pagar kayu. Semuanya berada di bagian dalam Masjid Agung Cirebon. Terdapat 1 Maksurah yang berada di shaf paling depan untuk keluarga Keraton Kesepuhan, terdapat satu lagi Maksurah di shaf paling belakang atau keluarga Keraton Kanoman. Tak perlu heran karena memang Cirebon memiliki tiga Keraton yaitu Kesepuhan, Kanoman dan Kacirebonan.

  1. Tiang yang dibangun oleh Sunan Kalijaga

Seperti tiang yang berada di Masjid Agung Demak, Masjid Agung Cirebon juga memiliki Saka Tatal siang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Berdasarkan cerita pada saat tahap penyelesaian pembangunan Masjid Agung Cirebon, tiang Saka Guru kurang satu. Setelah itu Sunan Kalijaga akhirnya memutuskan untuk mengumpulkan tatal atau yang disebut sebagai potongan kayu jati dengan ukuran kecil untuk melengkapinya. 

Beberapa kumpulan potongan kayu tersebut akhirnya disatukan hingga menjadi satu tiang yang disebut sebagai Saka Tatal. Setelah Saka Tatal dipasang pada tempat yang tepat, maka selesailah pembangunan Masjid Agung Cirebon. Kemudian keesokan subuhnya masjid sudah bisa digunakan untuk salat berjamaah untuk pertama kalinya dan yang menjadi imam pada saat itu adalah Sunan Gunung Jati.

Demikianlah sejarah beserta fakta unik dan menarik dari Masjid Agung Cirebon atau yang dikenal juga sebagai Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid Agung Cirebon ini menjadi salah satu bukti penyebaran agama Islam di Cirebon yang dipertahankan hingga sekarang. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lainnya:

Sejarah kubah masjid

Harga kubah masjid grc