pt madina

Sejarah Masjid Istiqlal

menara masjid istiqlal

Nama Masjid Istiqlal pada dasarnya diambil dari bahasa Arab yang memiliki makna merdeka. Pemberian nama masjid tersebut dijadikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kemerdekaan Indonesia. Ini juga menjadi momen untuk menghormati para pejuang Islam yang sudah gugur melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia dalam perang.

Pada saat itu Presiden Soekarno mengadakan sayembara desain Masjid Istiqlal. Presiden pertama Indonesia yang juga seorang arsitek menjadi ketua dewan juri. Akhirnya setelah dilakukan penilaian terhadap semua kandidat, rancangan frederich Silaban yang akhirnya terpilih menjadi pemenang. Beliau merupakan seorang arsitek yang beragama Kristen protestan. Terhadap terpilihnya rancangan Masjid Istiqlal hasil buatan frederich Silaban, pemerintah memberikan hadiah berupa emas dengan total berat 75 gram serta uang tunai Rp. 25.000. 

masjid istiqlal di awal pembangunan

Sejarah Singkat Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal dibangun sebagai bagian dari proyek pembangunan yang disebut oleh Soekarno pada masa itu dengan ‘mercusuar’. Di letakkanlah letakkan batu pertama pada tanggal 24 Agustus 1961. Masjid Istiqlal berada di jantung ibukota Jakarta dan pada tanggal 22 Februari 1978 di resmikan langsung oleh Presiden Soeharto.

Pada awalnya tempat pendirian Masjid Istiqlal merupakan tempat yang kotor dan tak terurus. Jadi saat itu sekitar tahun 1950 hingga akhir tahun 1960 an, tempat tersebut dijadikan taman yang bernama Wilhelmina di depan lapangan benteng. Taman tersebut tidak terurus, kotor, sepi dan gelap. Bahkan tembok-tembok di taman tersebut dipenuhi dengan rumput ilalang dan lumut.

Setelah itu ribuan masyarakat dari berbagai kalangan bergotong-royong bekerja bakti membersihkan taman tersebut yang pernah dijadikan benteng penjajah. Kemudian pada tahun 1953 lah sejumlah ulama menyampaikan ide untuk membangun masjid yang megah yang kelak bisa dijadikan sebagai kebanggaan warga Jakarta dan rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Pada akhirnya ide tersebut diwujudkan dengan membuat yayasan Masjid Istiqlal. Setelah itu pada tanggal 24 Agustus 1961 yang mana bulan tersebut bersamaan dengan bulan kemerdekaan RI yang menjadi tanggal bersejarah di mana bekas Taman tersebut dibangun sebuah masjid besar untuk pertama kalinya. Pemancangan tiang Masjid Istiqlal yang dilakukan oleh bung Karno bersamaan juga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Frederick sebagai orang yang merancang Masjid Istiqlal memasukkan berbagai simbol yang berkaitan dengan agama Islam dan Indonesia dalam desain pembangunan masjid, diantaranya yaitu luas kubah masjid. Kubah masjid Istiqlal mempunyai diameter sekitar 45 meter. Angka tersebut menjadi simbol tahun kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, terdapat ukiran ayat kursi yang melingkari dalam kubah masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal ditopang dengan 12 siang. Angka 12 tersebut menjadi simbol hari kelahiran nabi Muhammad yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Ditambah lagi Masjid Istiqlal juga dilengkapi 4 lantai balkon dan 1 lantai dasar. 

Kelima lantai pada Masjid Istiqlal Muhammad lima rukun Islam serta menjadi Tata salat wajib yang harus dilakukan dalam sehari dan menjadi jumlah sila dalam Pancasila. Kemudian di bagian luar Masjid Istiqlal , dibangun menara yang tingginya mencapai 6666 cm. Jumlah angka tersebut menjadi simbol total keseluruhan ayat yang ada di dalam Al-Qur’an. Masjid Istiqlal hanya mempunyai satu menara yang melambangkan tanda keesaan Allah SWT. Kamu juga bisa menjumpai bedug raksasa yang berusia sekitar 300 tahun di masjid Istiqlal yang terbuat dari pohon kayu meranti. 

Baca artikel lainnya:
sejarah masjid quba
sejarah masjid pusdai bandung

masjid istiqlal jakarta

Keistimewaan Masjid Istiqlal

Selain perlu mengetahui sejarah singkat pembangunan masjid Istiqlal. Ternyata Masjid Istiqlal juga punya sejumlah keistimewaan, yaitu:

  • Filosofi bangunan

Ternyata setiap sudut bangunan masjid Istiqlal mempunyai makna tersendiri yang menjadi lambang seputar nilai ketuhanan dalam Islam dan kemerdekaan Indonesia. Yang pertama yaitu Masjid Istiqlal memiliki 7 pintu gerbang yang bermakna tujuh lapis langit layaknya yang disebutkan dalam kitab suci Al-Qur’an.

7 pintu gerbang utama pada Masjid Istiqlal diberi nama sesuai dengan Asmaul Husna. Masing-masing pintu mempunyai fungsi nya sendiri. Nama-nama pintu pada Masjid Istiqlal adalah Al-Fatah, As-Salam, dan Ar-Rozzaq, Al-Quddus, Al-Malik, Al-Ghaffar dan Ar-Rahman.

Pintu gerbang Al-Fattah merupakan pintu gerbang pembuka utama yang berada di sisi timur laut. Pintu tersebutlah yang berhadapan langsung dengan Gereja katedral dan selalu dibuka untuk masyarakat umum. Kemudian pintu gerbang Al-Malik yang berada di sisi barat yang menjadi pintu VVIP yang kerap dipakai untuk tamu penting, seperti tamu negara yang berkunjung, presiden, wakil presiden dan lain-lain.

Bukan hanya itu, kubah Masjid Istiqlal juga mempunyai diameter sebesar 45 m. Tentunya kamu sudah mengetahui arti dari angka 45 di mana angka tersebut adalah Tahun Kemerdekaan Indonesia tepatnya pada 1945.

Kemudian Masjid Istiqlal juga memiliki 12 tiang kokoh yang berada di ruang utama yang dimaknai sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Pengunjung juga bisa menjumpai air mancur besar yang melambangkan tauhid yang dibangun di sebelah barat daya. Masjid Istiqlal juga dilengkapi dengan menara setinggi 6.666 m yang sesuai dengan jumlah ayat pada Al-Qur’an.

Baca artikel lainnya: ornamen masjid terindah

  • Didesain oleh seorang non muslim

Udah dijelaskan sebelumnya bahwa Masjid Istiqlal ternyata didesain oleh seorang yang tidak beragama Islam, yaitu Frederich Silaban yang merupakan pria dari Sumatera Utara yang beragama Kristen protestan. 

Frederich Silaban bisa menjadi sosok di balik megahnya bangunan Masjid Istiqlal karena ia memenangkan sayembara desain masjid yang diumumkan pada tanggal 5 Juli 1955. Pemilihan tersebut menjadi salah satu bukti dan simbol bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki toleransi di antara umat beragama.

  • Terdapat berbagai elemen berukuran jumbo di dalam masjid Istiqlal

Faktanya Masjid Istiqlal mempunyai teras yang sangat luas yaitu 29.800 meter persegi. Di teras yang keluar tersebut pengunjung dapat melihat satu menara tinggi yang melambangkan bawa Allah SWT merupakan Tuhan Yang Maha Esa. Umumnya teras tersebut juga dimanfaatkan sebagai peragaan latihan manasik haji.

Pengunjung juga bisa menjumpai bedug raksasa dengan berat 2,3 ton. Bedug tersebut menggunakan kayu meranti yang berusia 300 tahun. Bagian depan bedug memiliki diameter hingga 2 meter serta bagian belakang bedug berdiameter 1,71 meter.

  • Terdapat berbagai rintangan nama Masjid Istiqlal dalam proses pembangunan

Ternyata proses pembangunan masjid Istiqlal mengalami sejumlah rintangan yang menyebabkan pembangunan masjid mangkrak dengan durasi yang cukup lama. Pembangunan Masjid Istiqlal baru benar-benar selesai setelah 17 tahun. Durasi pelaksanaan rombongan tersebut cukup lama disebabkan karena insiden yang sangat genting di Indonesia, seperti pertikaian antar partai politik hingga peristiwa G30S/PKI. Jadi karena itulah pembangunan masjid Istiqlal sempat dihentikan hingga situasi genting tersebut mereda  dan aman untuk melanjutkan proses pembangunan.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah singkat Masjid Istiqlal. Apabila kamu ingin mengunjungi masjid ini maka dia wajibkan menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. Semoga bermanfaat!

Share:

Related Posts