pt madina

Sejarah Masjid At Tin dan 5 Fakta Uniknya

sejarah masjid at tin

Di kawasan TMII terdapat 1 masjid megah yang bernama Masjid At-Tin. Sebenarnya di kawasan TMII terdapat satu masjid lainnya yang bernama Masjid Diponegoro. Namun kali ini kita akan menulis sejarah Masjid At Tin dan 5 fakta unik yang ada di masjid ini. Penamaan masjid At-Tin diambil dalam salah satu surah dalam Al-Qur’an yaitu wahyu ke-27 yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw, di mana At-Tin merupakan surah ke-95 dalam urutan penulisan Al-Qur’an.

tampak depan masjid at tin

Sejarah Singkat Masjid At-Tin

Masjid At-Tin pertama kali dibangun pada bulan April tahun 1997 dan barulah pada tanggal 26 November 1999 dibuka secara resmi untuk umum. Dibangun diatas lahan seluas 70 ribu meter persegi membuat Masjid At Tin bisa menampung hingga lebih dari 10 ribu jamaah yaitu sekitar 9 ribu jamaah di masjid dan 1850 jamaah di koridor dan plaza tertutup. Masjid At-Tin selalu diidentikkan dengan mendiang ibu negara republik Indonesia sejak pertama kali dibangun yaitu ibu Tien Suharto.

Hal tersebut disebabkan memang nama masjid serupa dengan nama populer beliau. Walaupun tetap saja Masjid At-Tin sama sekali tidak menyangkut pautkan nama majemuk ini dengan nama ibu Tien Suharto. Tetapi tetap saja dibangunnya Masjid At-Tin di dalam Taman Mini Indonesia Indah (TMII) erat kaitannya dari jasa dan peran beliau selama mendampingi presiden RI kedua yaitu Pak Soeharto. Ditambah lagi pengelolaan Masjid At-Tin dinaungi yayasan ibu Tien Suharto.

Jadi penamaan Masjid At-Tin bukan hanya mengambil dari surah Al-Qur’an tetapi juga upaya untuk mengenang jasa-jasa istri mantan presiden Soeharto yang bernama lengkap Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto. Sejak awal pembangunan Masjid At-Tin terlaksana dengan bantuan yayasan ibu Tien Suharto yang merupakan yayasan dari anak keturunan ibu Tien Suharto. Oleh sebab itu, penamaan Masjid At-Tin juga sebagai perwujudan rasa cinta dan doa yang tulus dari anak cucu kepada ibunda atau nenek mereka.

Foto Ibu Tien bersama Bapak Soeharto. kredit foto : historia.id

Profil Masjid At Tin

Nama MasjidMasjid Agung At Tin
AlamatJl. Taman Mini I No.3, RW.3, Pinang Ranti, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13560
Tahun Dibangun1997
Luas Tanah70.000 m2  
Luas Bangunan
10.413 m2  
Daya Tampung Jamaah9.000
LokasiJakarta
Buka24 Jam
tampak dalam masjid at tin

Fakta Unik Masjid At-Tin

  • Arsitektur Masjid At-Tin

Masjid At-Tin mempunyai tampilan bangunan yang megah dan modern. Struktur utama bangunan Masjid At-Tin dibangun seperti sebuah masjid yang ada di Turki yaitu Masjid Usmaniah. Masjid At-Tin memiliki kubah tunggal dengar ukuran raksasa di atap masjid sehingga Masjid At-Tin terkesan megah layaknya bangunan masjid di Eropa.

Terdapat empat menara tinggi di empat penjuru atap masjid dengan satu menara tunggal yang lebih tinggi terpisah dari bangunan utama. Walaupun Masjid At-Tin dibangun menyerupai masjid di Eropa, namun arsitektur Masjid At-Tin juga tidak meninggalkan khas Nusantara yang dicirikan dengan atap masjid berbentuk limas atau joglo yang dihadirkan pada bentuk ornamen di setiap dinding masjid.

  • Badan Masjid At-Tin

Pada bagian badan Masjid At-Tin memberikan sebuah pesan visual yang menutup atau mengecil pada bagian atas kemudian bagian akhirannya membuka. Pada bagian yang mengecil tersebut memberikan persepsi vertikal isme yang mengarah dan mengecil menuju suatu titik pusat.

Bagian atas yang membuka mengadah memberikan persepsi vertikal isme yang mengarah dan membesar atau membuka pada suatu ketidakterbatasan. Unsur dari bagian-bagian tersebut terdiri dari berbagai unsur garis tegas diagonal dan vertikal sehingga memberikan kesan tegar, kokoh dan kuat. Unsur badan Masjid At-Tin terasa langsung terjadi di atas lansekap dampak peralihan yang tegas sehingga memberikan kesan yang lebih menyatu dengan tanah sehingga terlihat seperti membumi dan lebih terasa sesuatu yang muncul dari bawah.

  • Kubah Masjid At-Tin

Kubah yang terdapat pada Masjid At-Tin ini bermakna dari perwujudan garis lengkung. Bentuk garis lengkung yang tak terhingga tersebut menuju suatu pusat pengairan. Hal ini dimaknai sebagai hubungan ketauhidan antara manusia terhadap Allah SWT. Kubah pada Masjid At-Tin ini menjadi unsur terpenting dalam struktur bentuk masjid sebagai penanda fungsi berdasarkan presepsi bentuk.

Terutama kubah Masjid At-Tin ini merupakan unsur elastis yang kontras dengan unsur badan masjid lainnya yang terdiri dari unsur garis yang tegas. Terdapat tiga bagian kubah masjid yang merupakan arti perjalanan hidup manusia sebagai hamba Allah SWT dalam tiga alam yaitu pertama alam rahim atau alam ruh, kedua alam dunia dan ketiga adalah alam akhirat. Ekspresi dari pembagian ntar 3 alam tersebut adalah bidang bukaan horizontal yang diisi dengan elemen fungsional dan estetis yaitu kaca patri.

Struktur rangka ruang merupakan struktur kubah yang digunakan oleh Masjid At-Tin. Pemilihan struktur tersebut sebab memiliki sejumlah keunggulan seperti relatif lebih ringan. Penggunaan bahan penutup atap lempeng-lempeng enamel mendukung suprastruktur yang ringan.

baca artikel sejarah lainnya:

Sejarah masjid istiqlal Jakarta

Sejarah masjid ramlie musofa

Dengan demikian akan mengurangi beban struktur secara keseluruhan sistem pada Masjid At-Tin. Penggunaan struktur tersebut beratnya relatif lebih ringan sehingga bisa mendukung terciptanya pembentukan ruang yang bebas kolom. Isian lainnya dari bidang atap yang dibuka bersifat transparan dan estetis yaitu kaca patri. Berbagai pola geometrik dengan pemilihan paduan warna terutama yang menjadi patokan rancangan kaca patri tersebut fungsinya yaitu dengan memasukkan unsur cahaya sehingga membuat suasana ruang utama dalam Masjid At-Tin lebih terang.

  • Ornamen atau elemen estetika Masjid At-Tin

Salah satu ciri seni Islam sebagai elemen geometri yaitu bermakna atas ketahuidan Allah SWT, sehingga ini mengenal ketidak awalan dan ketidakadilan yang dimaknai sebagai pola pola geometri. Elemen pengisi sistem bukaan berfungsi sebagai unsur yang mempertegas bentuk atau bingkai bukaan, aksentuasi dan pengakhiran.

Adapun jenis-jenis ornamen dibagi dalam empat bagian yaitu menyatu yang merupakan permainan bahan yang serupa namun dalam keberagaman warna dan tekstur yang ditemukan dalam batu alam 2 dimensi, melayang yang memberikan kesan ringan dan transparan dalam membatasi ruang kerawang yaitu beton dan besi,

Kemudian jenis ornamen menonjol yang memberikan perbedaan wujud 3 dimensi dari elemen dan bahan pembentuk ornamen yaitu relief, transparan yang melalui media cahaya akan terasa wujud estetikanya secara 2 dimensi namun tidak membatasi kontinuitas visual yaitu kaca patri yang transparan. Dengan media cahaya bisa terasa wujud estetika baik itu secara tiga dimensi atau dua dimensi namun kontinuitas visual dan udara tetap bebas. 

  • Fasilitas Masjid At-Tin

Terdapat dua lantai dalam Masjid At-Tin. Di lantai dasar merupakan tempat ruang tangga utama, ruang tempat berwudhu wanita dan pria, ruang perpustakaan, ruang pendidikan atau audio visual, ruang VIP dan pengurus, orang pengajian atau seminar, ruang serbaguna dan ruang pengelola. Sedangkan lantai kedua atau lantai atas digunakan sebagai tempat salat utama. Untuk mencapai peluang salat maka harus melalui jajaran anak tangga dari pintu utama. Berikut sarana dan fasilitas yang tersedia di Masjid At Tin 

  • Sarana Ibadah
  • Tempat Wudhu
  • Kamar Mandi/WC
  • Pembangkit Listrik/Genset
  • Sound System dan Multimedia
  • Penyejuk Udara/AC
  • Kantor Sekretariat
  • Perpustakaan
  • Koperasi
  • Aula Serba Guna
  • Toko
  • Ruang Belajar (TPA/Madrasah)
  • Tempat Penitipan Sepatu/Sandal
  • Taman
  • Parkir

Demikianlah ulasan mengenai sejarah masjid at tin dan fakta unik yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Masjid ini tidak pernah sepi jamaah terutama bagi pendatang yang mengunjungi TMII atau memang berniat menunaikan ibadah salat di sini. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kamu ya!

Baca artikel lainnya:

Sejarah kubah masjid

Harga kubah masjid grc

Share:

Related Posts